Kamis, 28 Mei 2015

Algoritma

Asal Kata
Ditinjau dari asal-usul katanya, kata Algoritma sendiri mempunyai sejarah yang aneh.Orang hanya menemukan kata algorism yang berarti proses menghitung dengan angka arab.
Anda dikatakan algorist jika Anda menghitung menggunakan angka arab. Para ahli bahasa berusaha menemukan asal kata ini namun hasilnya kurang memuaskan.Akhirnya para ahli sejarah matematika menemukan asal kata tersebut yang berasal dari nama penulis buku arab yang terkenal yaitu Abu Ja’far Muhammad Ibnu Musa Al-Khuwarizmi. Al-Khuwarizmi dibaca orang barat menjadi Algorism. Al-Khuwarizmi menulis buku yang berjudul Kitab Al Jabar Wal-Muqabala yang artinya “Buku pemugaran dan pengurangan” (The book of restoration and reduction). Dari judul buku itu kita juga memperoleh akar kata “Aljabar” (Algebra). Perubahan kata dari algorism menjadi algorithm muncul karena kata algorism sering dikelirukan denganarithmetic, sehingga akhiran –sm berubah menjadi – thm. Karena perhitungan dengan angka Arab sudah menjadi hal yang biasa, maka lambat laun kataalgorithm berangsur-angsur dipakai sebagai metode perhitungan (komputasi) secara umum, sehingga kehilangan makna kata aslinya. Dalam bahasa Indonesia, kata algorithm diserap menjadi algoritma.

Pengertian Algoritma

Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis dan logis”. Kata logis merupakan kata kunci dalam algoritma. Langkah-langkah dalam algoritma harus logis dan harus dapat ditentukan bernilai salah atau benar. Dalam beberapa konteks, algoritma adalah spesifikasi urutan langkah untuk melakukan pekerjaan tertentu. Pertimbangan dalam pemilihan algoritma adalah, pertama, algoritma haruslah benar. Artinya algoritma akan memberikan keluaran yang dikehendaki dari sejumlah masukan yang diberikan. Tidak peduli sebagus apapun algoritma, kalau memberikan keluaran yang salah, pastilah algoritma tersebut bukanlah algoritma yang baik.Dalam menuliskan pemrograman sederhana, algoritma merupakan langkah pertama yang ditulis sebelum menuliskan program. Masalah yang dapat diselesaikan dengan pemrograman komputer adalah masalah yang berhubungan dengan perhitungan matematika.Hal yang sangat penting dikuasai dalam pemrograman adalah logika berpikir bagaimana cara memecahkan masalah tersebut. Kadang-kadang ada masalah matematika yang jika ditulis sangat gampang, tapi menjadi sulit jika diterjemahkan ke dalam bahasa pemrograman. Jika kita temukan hal seperti itu, maka algoritma dan logika pemrograman sangat penting untuk memecahkan masalah tersebut. Penerapan Algoritma tidak hanya diterapkan pada dunia komputasi, tetapi Algoritma juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ciri Penting Algoritma
1.  Algoritma harus berhenti setelah menjalankan sejumlah langkah terbatas.
2.  Setiap langkah harus didefinisikan dengan tepat dan tidak berarti-dua (ambiguitas).
3.  Algortima memiliki nol atau lebih masukan.
4.  Algoritma memiliki nol atau lebih keluaran.
5.  Algoritma harus efektif (setiap langkah sederhana sehingga dapat dikerjakan dalam              waktu yang masuk akal).

Contoh algoritma dalam kehidupan sehari - hari
Membuat algoritma mie goreng :
1. Mengambil mie goreng di dalam lemari kemudian meletakkan di dapur
2. Menyiapkan peralatan yang diperlukan seperti panci, gunting, piring, serta sendok dan garpu. 
3. Memasukkan bumbu mie goreng pada piring
4. Menghidupkan kompor, kemudian menuangkan air kurang lebih tiga gelas air ke dalam panci               kemudian  menunggu hingga air mendidih.
5. Memasukkan mie goreng ke dalam air mendidih, lalu mengaduk dan menunggu hingga tiga menit.
6. Meniriskan air di dalam panci, kemudian menuangkan mie pada piring.
7. Mengaduk mie agar bumbu tercampur merata pada mie kemudian menyajikan dalam keadaan               hangat.

Sedangkan dalam dunia komputasi, contoh penggunaan Algoritma adalah dalam pembuatan program pada bahasa pemrograman seperti bahasa C++, Visual Basic, dan masih banyak lagi. Dengan syntax pada tiap bahasa pemrograman dan Algoritma, maka akan tersusun program-program dan terlahirlah software.

Memrogram dan Bahasa Pemrograman:
1. Belajar memrogram adalah belajar tentang metode pemecahan masalah, kemudian             menuangkannya dalam suatu notasi tertentu yang mudah dibaca dan dipahami.
2. Belajar bahasa pemrograman adalah memakai suatu bahasa, aturan, tata bahasanya,         instruksi-instruksinya, tata cara pengoperasian compiler-nya untuk membuat program            yang ditulis dalam bahasa itu saja.

Notasi Algoritma:
1.  Penulisan algoritma tidak tergantung dari spesifikasi bahasa pemrograman dan komputer     yang mengeksekusinya. Notasi algoritma bukan notasi bahasa pemrograman tetapi dapat     diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa pemrograman.
2.  Notasi algoritma dapat berupa:
      - Uraian kalimat deskriptif (narasi):

Contoh:
Algoritma kelulusan mahasiswa
Diberikan nama dan nilai mahasiswa, jika nilai tersebut lebih besar atau sama dengan 60 maka mahasiswa tersenut dinyatakan lulus, jika nilai lebih kecil dari 60 maka dinyatakan tidak lulus.
Deskripsi:
Baca nama dan nilai mahasiswa
            Jika nilai >= 60 maka
            Keterangan = lulus
                  Tetapi jika salah
                  Keterangan = tidak lulus
            Tulis nama dan keterangan.

Tahapan Pembuatan Program:
1.  Mendefinisikan masalah dan menganalisanya. Mencangkup : tujuan pembuatan, parameter yang digunakan, fasilitas yang disediakan, algoritma yang diterapkan, dan bahasa pemrograman yang digunakan.
2.  Merealisasikan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

Contoh Algoritma:
1.  Mengirim surat kepada teman:
       -  Tulis surat pada secarik kertas surat
       -  Ambil sampul surat
       -  Masukkan surat ke dalam sampul
       -  Tutup sampul surat dengan perekat
       -  Jika kita ingat alamat teman tersebut, maka tulis alamat surat pada sampul
       -  Jika tidak ingat, lihat buku alamat, kemudian tulis alamat surat pada sampul
       -  Tempel prangko pada sampul
       -  Bawa sampul ke kantor pos untuk diposkan
2.  Menentukan apakah suatu bilangan merupakan bilangan ganjil atau bilangan genap:
       -  Masukkan sebuah bilangan sembarang
       -  Bagi bilangan tersebut dengan 2
       -  Hitung sisa hasil bagi pada langkah 2
       -  Bila sisa hasil sama dengan 0, maka bilangan itu adalah bilangan genap
       -  Jika hasil bagi sama dengan 1, maka bilangan itu adalah bilangan ganjil


Tidak ada komentar:

Posting Komentar